BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS

Wednesday, October 15, 2008

Lu Cakap Tarak Serupa Bikin la Bro

Assalamualaikum...

Pernah tak ada seseorang cakap "lu cakap tarak serupa bikin la bro" kat korang?

Maksud ayat ni senang aje.Kamu cakap pasal orang lain,tapi kamu sendiri tak buat.Kalau dalam English nye "You don't walk the talk".

Kebiasaanya,seorang pemimpin ataupun seseorang yang memberi kata2 nasihat akan dilemparkan ayat ini.Bagi seorang pempimpin,mungkin dia tak mampu memberi yang terbaik sepertimana di dalam manifestonye,maka,orang2 bawahannya akan mengatakan "apa punya pemimpin la.Die cakap senang la.Cuba buat sikit".

Allah melaknat kepada sesiapa yang mengatakan apa yang tidak dilakukannya..sepertimana di dalam Al-Quran

"Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan."(61:2-3).

"Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?"(2:44)

Di dalam Hadith yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim
"Rasulullah saw. bersabda"Pada hari kiamat akan didatangkan seorang lelaki,lalu dilemparkan kedalam api neraka sehingga usus-ususnya terburai keluar dan melilit tubuhnya,lalu ia berputar-putar di dalam api neraka seperti keldai yang sedang memutar gilingan.Para penduduk neraka mengerumuninya seraya bertanya,"Hai Fulan,apa yang menimapmu?Bukankah kamu dulu memerintahkan kami berbuat baik dan melarang kami berbuat kemungkaran?Ia menjawab"Dulu aku menyuruh kalian berbuat baik,namun aku sendiri tidak melakukannya,aku melarang kalian berbuat mungkar namun aku sendiri melakukannya"."

Daripada 2ayat al-Quran dan hadith yang saya kemukan tadi,jelas menunnjukkan bahawa betapa dahsyatnya akibat orang yang mengatakan apa yang tidak ia lakukan.

Tujuan saya post tajuk ini bukanlah untuk mengutuk atau mengata mana2 pihak melainkan diri saya sendiri.Saya pernah beri nasihat pelbagai macam pada orang sedangkan saya sendiri alpa.Contohnya,pernah saya beri tazkirah di dalam bulan Ramadhan dahulu mengenai perlunya meneruskan istiqamah beribadat setelah habisnya Ramadhan,namun,saya kadangkala alpa.

Di sini,saya ingin menyeru saudara-saudara seakidah saya sekalian bahawa tegurlah diri ini sekiranya anda terlihat diri ini yang kadangkala tidak melakukan apa yang saya cakapkan.Manusia ini memang pelupa,maka saling nasihat menasihati adalah penawarnya.

Berbalik pada ayat al-Quran yang saya sertakan tadi,jangan pulak korang salah tafsir.Jangan lepas ni takde sape berani nak beramar maaruf nahi mungkar lak kerana takut die tak melakukan apa yang die cakap.

Marilah kita sama2 renungkan.Kita adalah manusia biasa sahaja.Tidak mungkin terlepas melakukan dosa.Sekiranya,kita beranggapan bahawa kita perlu sempurna,baru ingin memberi nasihat pada orang lain,maka hanyutlah Islam di muka bumi ini.Bukankah para Rasul sahaja yang suci daripada dosa.Maka,adakah para Rasul sahaja yang boleh beri nasihat??

Harapnya,kita boleh lah mencapai sifat Rabbani,iaitu yang mengajarkan apa yang dipelajarinya.

"Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya."(3:79)

Nobody's perfect, but we can reach the perfection by reminding one another for what goods and what not.

After this,feel free to remind me for any wrongdoings that i do.

4 comment(s):

wafiUddin said...

Salaam

Seems like i'm the first to comment. ;)

It's true nobody's perfect. In fact, i doubt anyone will ever reach perfection in this imperfect world of ours. Only Allah is perfect, Most Perfect above all of creations.

However, that does not mean all is lost for mankind. What's important for us here is this world is the effort we put in striving towards perfection. That's what really matters in the sight of Allah.

A fine example is the call of Prophet Noah to his people. It is recorded in the Quran that he lived 950 years among his people but only a handful of them followed his message to return to Allah. But that doesn't mean that he is failure. What's important is his pure intention and relentless effort towards calling his people. That's what counts!


Remeber! Pure intention (which is directed only to Allah) and relentless effort. Then leave all for Allah to decide.

eymanhykal said...

http://test.chedet.com/che_det/2008/10/universiti-teknologi-petronas.html

ai-Chan said...

Menabur janji manis? :p

orang minyak said...

Hurm..kalo nk diikutkan,bahaya gak kalau bg manifesto yg gmpak2 tp last2 xdpt ap pon...

manusia xsuke.apatah lagi Allah.